Bacaan: Matius 5:10 Di zaman ini, “hidup nyaman” sering dianggap sama sebagai tanda “diberkati” bahkan bagi orang Kristen sekalipun. Banyak orang memimpikan kehidupan yang tidak ada masalah, tidak
Alkitab banyak mengajarkan tentang hikmat dan kebijaksanaan hidup. Manusia membutuhkannya, sebab banyak kesulitan hidup muncul justru karena kita kurang berhikmat. Amsal 6:6 mengatakan, “Hai pemalas,
Alkitab menyatakan penghakiman Allah dimulai dari umat yang mengenal Dia, yang dikasihi-Nya, dari rumah-Nya (1Pet. 4:17). Ketika Kerajaan Utara (Israel) melakukan kejahatan dan menyembah berhala,
Setiap tanggal 31 Oktober umat Protestan merayakan hari yang bersejarah, yaitu Hari Reformasi. Reformasi membawa banyak dampak dalam kehidupan Kekristenan, dan salah satunya adalah kesadaran bahwa
Zaman terus berubah, tren datang dan pergi, dan dunia sekarang seolah menuntut setiap anak muda untuk “menjadi seseorang” sebelum usia tiga puluh. Di tengah tekanan itu, banyak yang mulai menilai diri
Teknologi saat ini memungkinkan kita bergerak sangat cepat dan melakukan banyak hal juga dengan cepat. Pada saat yang sama, situasi ini juga menuntut kita bergerak dengan cepat. Hal ini mengakibatkan
Sebagai orang Kristen kita tentunya tidak asing dengan frasa “Puji Tuhan” atau “Tuhan memberkati”. Saking seringnya frasa-frasa tersebut dipakai, mereka seperti menjadi sebuah trademark agama Kristen.
Kita telah mengerti sebelumnya bahwa kerusakan total mengartikan bahwa seseorang telah rusak dalam semua cakupan dan aspek kehidupannya. Orang tersebut memang tidak melakukan kejahatan secara maksimal
Sebagai seorang Kristen, kita sering diingatkan akan anugerah Tuhan yang tiada habis-habisnya, khususnya kita disadarkan akan anugerah Tuhan di mana kita diberikan kesempatan bersinggungan dengan
“Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami