Meskipun telah melihat tanda mukjizat dan mendengar berita Injil melalui Filipus dan juga kedua rasul, yaitu Petrus dan Yohanes, Simon sang penyihir ternyata tidak benar-benar mengerti bagaimana bertobat sejati. Dia tetap hidup di dalam pola pikir yang lama. Betapa sulit untuk lepas dari cara berpikir duniawi yang begitu membelenggu kita. Bahkan ketika mukjizat dan kuasa Roh Kudus telah dinyatakan dengan sangat jelas pun Simon tetap memiliki hati dan kehendak yang ditundukkan kepada dosa. Dia ingin kembali merebut posisinya sebagai pembuat mukjizat terbesar di kota itu. Dia melihat kemungkinan itu waktu menyaksikan Roh Kudus turun. Ini merupakan mukjizat yang sangat besar, tetapi mukjizat yang besar ini tidak membuat Simon menjadi takut dan gentar akan Tuhan. Dia malah berpikir bagaimana memperoleh keuntungan dari tanda-tanda mulia ini. Betapa picik pikirannya, dan betapa jahat niat hatinya.
Baca SelengkapnyaB.B. Warfield, seorang theolog dari Amerika, mendefinisikan inerrancy sebagai “kebenaran absolut secara menyeluruh dari Alkitab yang diberikan Allah”, namun Warfield lebih sering menggunakan istilah
Baca Selengkapnya“Healing” sudah menjadi kebutuhan bagi banyak orang yang hidup pada zaman ini. Bukan hanya untuk orang yang sakit secara fisik, tetapi orang yang sehat jasmani pun memerlukan “healing”, karena istilah
Baca SelengkapnyaKeselamatan bukan hanya urusan masuk surga dan hidup moral yang baik saja. Orang Kristen yang sudah lahir baru dan mengalami pertobatan sejati haruslah hidup bagi Tuhan. Hidup bagi Tuhan berarti
Baca SelengkapnyaKetika panggilan Tuhan datang, sering kali kita meragukannya dan bertanya “masak sih Tuhan?” “Apakah ini benar suara Tuhan?” “Haruskan sesusah itu mengikut Tuhan?” “Kayaknya Tuhan lagi becanda deh.”
Baca SelengkapnyaTahukah kalian di antara 27 kitab Perjanjian Baru, ada 13 kitab yang ditulis oleh seorang rasul bernama Paulus. Bahkan pengertian kita tentang keselamatan dan gereja banyak berhutang kepada pengajaran
Baca Selengkapnya