Bacaan hari ini menceritakan tentang dua peristiwa mujizat yang Yesus lakukan. Yang pertama adalah mujizat bagi orang kusta yang memohon agar Yesus menyembuhkan mereka. Kalimat yang dikeluarkan benar-benar kalimat permohonan. Ayat 2 mengatakan, “Tuhan, jika Engkau mau, Engkau dapat menahirkan aku.” Inilah permohonan yang sejati. Dia tidak berkata, “Tuhan, saya percaya Engkau sanggup! Engkau berkuasa atas segala sesuatu! Saya percaya saya bisa sembuh!” Yang menjadi pembahasan bukan apakah Allah sanggup atau tidak. Yang menjadi pembahasan adalah apakah Allah mau atau tidak. Orang-orang Kristen yang mau mencobai Allah memakai kalimat yang menjebak Allah untuk mematuhi doanya. Kalau Tuhan sanggup, sembuhkan saya! Tuhan pasti sanggup! Tetapi apakah Dia bersedia atau tidak? Orang kusta ini tahu bahwa Dia tidak boleh menuntut Allah. Dia hanya mau memohon kepada Allah dengan kerendahan hati yang sangat. Dia bertanya, apakah Tuhan bersedia atau tidak. Keadaan orang kusta itu sebenarnya sangat parah. Penyakit kusta yang diderita olehnya kemungkinan adalah penyakit yang tidak mungkin sembuh sehingga siapa pun penderitanya akan terisolasi dari masyarakat “normal” sampai seumur hidupnya.
Baca SelengkapnyaKita sering diam-diam mengakui bahwa kita akan bahagia jika kita memperoleh semua yang kita inginkan, dan menjadi sedih ketika tidak memperoleh apa yang kita inginkan. Namun, kehidupan seperti itu
Baca SelengkapnyaWaduh, ternyata diskonnya ada ketentuannya! Tulisan diskonnya sih gede-gede bikin orang kalap, pas bayar baru tahu ada “syarat dan ketentuan berlaku”. Mungkin kita pernah atau bahkan sering mengalami
Baca SelengkapnyaJanji Tuhan melampaui hidup manusia yang terbatas, itulah iman Daud di dalam lagu terakhirnya (2Sam. 23:1-7). Daud tidak takut mati karena dia tahu Tuhan menyertainya di lembah kekelaman. Daud tenang
Baca SelengkapnyaRumah adalah tempat teraman dan ternyaman bagi seseorang, tetapi pada zaman sekarang dengan kondisi tertentu, seseorang bisa juga melarikan diri dari rumah. Yakub melarikan diri dari rumah karena
Baca SelengkapnyaSeorang gadis tanpa sengaja menjatuhkan piring saat bekerja lalu menangis. Begitu mendengar suara piring pecah di dapur restoran, sang pemilik bergegas menghampiri gadis itu dan berkata dengan penuh
Baca Selengkapnya