Apakah tujuan Tuhan memanggil umat-Nya? Tujuan-Nya yang pertama tentu adalah untuk menunjukkan cinta kasih dan penyertaan-Nya yang intim kepada mereka. Hal kedua, selain untuk menyatakan cinta kasih dan penyertaan-Nya secara intim dan khusus kepada mereka, Tuhan juga ingin umat-Nya menunjukkan kepada seluruh dunia bahwa Dialah satu-satunya Allah. Dialah Allah yang Esa. Tidak ada yang seperti Dia di seluruh alam semesta ini dari kekal sampai kekal. Umat Tuhan harus menyatakan ini dengan jelas. Mereka harus menyebarkan pengenalan tentang Allah kepada seluruh dunia karena sebenarnya seluruh bangsa di dunia adalah milik-Nya. Hal ketiga yang menjadi tujuan Tuhan memanggil umat-Nya adalah untuk menyatakan kepada dunia bagaimana seharusnya beribadah kepada Allah yang sejati dengan cara yang benar. Dunia penuh dengan orang-orang yang beribadah kepada ilah yang palsu. Karena yang disembah palsu, maka cara ibadah pun pastilah salah. Tetapi penyembahan yang salah, ketika masuk ke dalam ibadah kepada Allah yang sejati, membuat ibadah tersebut menjadi sesuatu yang dibenci oleh Allah. Menyembah Allah sejati tetapi cara menyembah yang salah.
Baca SelengkapnyaJanji Tuhan melampaui hidup manusia yang terbatas, itulah iman Daud di dalam lagu terakhirnya (2Sam. 23:1-7). Daud tidak takut mati karena dia tahu Tuhan menyertainya di lembah kekelaman. Daud tenang
Baca SelengkapnyaRumah adalah tempat teraman dan ternyaman bagi seseorang, tetapi pada zaman sekarang dengan kondisi tertentu, seseorang bisa juga melarikan diri dari rumah. Yakub melarikan diri dari rumah karena
Baca SelengkapnyaSeorang gadis tanpa sengaja menjatuhkan piring saat bekerja lalu menangis. Begitu mendengar suara piring pecah di dapur restoran, sang pemilik bergegas menghampiri gadis itu dan berkata dengan penuh
Baca SelengkapnyaSeseorang mengirim foto makanan melalui WA kepada temannya dan mendapat respons: “Piringnya bagus sekali, beli di mana?” Seseorang bisa melihat kotoran yang jauh tetapi tidak bisa melihat kotoran di
Baca SelengkapnyaKetika Daud dinobatkan menjadi raja atas seluruh Israel, ia berkeinginan untuk memindahkan tabut Allah kembali ke Yerusalem. Tabut Allah kemudian dibawanya dari Kiryat-Yearim dengan cara menaikkannya
Baca Selengkapnya