Di dalam ayat 19 ditulis mengenai orang-orang yang dengan cepat berubah karena provokasi orang-orang Yahudi. Sebelumnya mereka mendewa-dewakan Paulus dan Barnabas, tetapi sekarang mereka mau melempari kedua rasul itu. Entah apa yang dikatakan oleh orang-orang Yahudi dari Antiokhia dan Ikonium itu. Apa pun itu menunjukkan kehebatan mereka di dalam memengaruhi orang banyak. Keahlian yang juga dimiliki oleh orang-orang Yahudi di Yerusalem ketika mereka menghasut seluruh kota untuk melawan Yesus Kristus. Dari dahulu hingga saat ini kebanyakan orang hidup tanpa standar kebenaran yang jelas. Satu kali mereka memuja tanpa alasan, kali yang lain mereka membenci tanpa alasan. Sungguh bodoh orang yang berusaha untuk hidup dengan tujuan menyenangkan orang banyak. Ayat 19 mengatakan bahwa mereka melempari Paulus dengan batu dan menyeret dia ke luar kota. Mungkin mereka mengira Paulus telah mati setelah dilempar batu, maka mereka pun menyeret dia ke luar kota. Ini adalah hukuman yang sangat kejam. Mereka mau membunuh Paulus walaupun tidak ada alasan yang kuat mengapa Paulus harus dihukum oleh mereka.
Baca SelengkapnyaB.B. Warfield, seorang theolog dari Amerika, mendefinisikan inerrancy sebagai “kebenaran absolut secara menyeluruh dari Alkitab yang diberikan Allah”, namun Warfield lebih sering menggunakan istilah
Baca Selengkapnya“Healing” sudah menjadi kebutuhan bagi banyak orang yang hidup pada zaman ini. Bukan hanya untuk orang yang sakit secara fisik, tetapi orang yang sehat jasmani pun memerlukan “healing”, karena istilah
Baca SelengkapnyaKeselamatan bukan hanya urusan masuk surga dan hidup moral yang baik saja. Orang Kristen yang sudah lahir baru dan mengalami pertobatan sejati haruslah hidup bagi Tuhan. Hidup bagi Tuhan berarti
Baca SelengkapnyaKetika panggilan Tuhan datang, sering kali kita meragukannya dan bertanya “masak sih Tuhan?” “Apakah ini benar suara Tuhan?” “Haruskan sesusah itu mengikut Tuhan?” “Kayaknya Tuhan lagi becanda deh.”
Baca SelengkapnyaTahukah kalian di antara 27 kitab Perjanjian Baru, ada 13 kitab yang ditulis oleh seorang rasul bernama Paulus. Bahkan pengertian kita tentang keselamatan dan gereja banyak berhutang kepada pengajaran
Baca Selengkapnya