Setelah Tuhan Yesus lahir, sambutan yang dicatat di dalam Injil Matius adalah sambutan dari orang-orang Majus. Mereka ini adalah orang-orang yang ahli di dalam perbintangan. Mereka berasal dari daerah sungai Efrat yang mendapatkan pengaruh dari ilmu nujum dan astrologi warisan budaya Babel dan Persia. Tetapi entah mengapa, pengaruh dari ilmu kafir itu ternyata membuat mereka mengambil kesimpulan bahwa ada raja agung yang akan lahir. Dari manakah pengetahuan mereka dapat menuju kepada kesimpulan sedemikian? Mungkin karena baik kebudayaan Babel maupun Persia pernah dipengaruhi oleh orang-orang Israel yang dibuang di daerah mereka. Itu adalah salah satu kemungkinan, walaupun tidak ada bukti yang cukup kuat untuk menunjukkan pengaruh Yahudi di dalam pemikiran orang-orang majus ini. Tetapi, walaupun tidak ada bukti langsung, kita tidak bisa menyanggah bahwa pengaruh orang-orang Israel di Babel dan Persia sangat besar. Pengaruh dari orang-orang seperti Daniel dan kawan-kawannya sangat besar di Babel. Pengaruh dari orang-orang Yahudi juga sangat besar di dalam sejarah raja-raja Persia (Est. 6:1-3; Ezr. 1:1-4; Neh. 1:11-2:8).
Baca SelengkapnyaSeseorang mengirim foto makanan melalui WA kepada temannya dan mendapat respons: “Piringnya bagus sekali, beli di mana?” Seseorang bisa melihat kotoran yang jauh tetapi tidak bisa melihat kotoran di
Baca SelengkapnyaKetika Daud dinobatkan menjadi raja atas seluruh Israel, ia berkeinginan untuk memindahkan tabut Allah kembali ke Yerusalem. Tabut Allah kemudian dibawanya dari Kiryat-Yearim dengan cara menaikkannya
Baca SelengkapnyaBacaan: Matius 5:10 Di zaman ini, “hidup nyaman” sering dianggap sama sebagai tanda “diberkati” bahkan bagi orang Kristen sekalipun. Banyak orang memimpikan kehidupan yang tidak ada masalah, tidak
Baca SelengkapnyaAlkitab banyak mengajarkan tentang hikmat dan kebijaksanaan hidup. Manusia membutuhkannya, sebab banyak kesulitan hidup muncul justru karena kita kurang berhikmat. Amsal 6:6 mengatakan, “Hai pemalas,
Baca SelengkapnyaAlkitab menyatakan penghakiman Allah dimulai dari umat yang mengenal Dia, yang dikasihi-Nya, dari rumah-Nya (1Pet. 4:17). Ketika Kerajaan Utara (Israel) melakukan kejahatan dan menyembah berhala,
Baca Selengkapnya