Setelah membahas tentang penglihatan Kornelius dan penglihatan Petrus, bagian ini memberitakan satu tahap baru di dalam pengabaran Injil. Sekarang seorang non Yahudi mendapatkan berkat yang sama dengan para murid di Yerusalem. Tuhan menyatakan melalui Petrus bahwa Dia tidak membedakan bangsa-bangsa (ay. 34). Meskipun awalnya Dia memberikan keutamaan kepada Israel terlebih dahulu, tetapi sekarang telah tiba saatnya bangsa-bangsa lain mendapatkan berkat yang sama. Ayat 24 mengatakan bahwa Kornelius telah memanggil saudara-saudaranya berkumpul untuk mendengarkan Petrus. Tuhan berencana memanggil seluruh keluarga Kornelius karena kesalehan Kornelius. Dengan pengertian bahwa Tuhan berbelas kasihan kepada keluarga Kornelius, Petrus pun mulai memberitakan Injil kepada mereka. Hal pertama yang Petrus bahas adalah bahwa seluruh bangsa tidak dibedakan oleh Tuhan, asalkan memiliki hati yang takut akan Tuhan. Manakah yang lebih baik? Menjadi umat Tuhan secara status, tetapi mengabaikan Tuhan di dalam kenyataan? Atau menjadi orang kafir di dalam status, tetapi memiliki hati yang takut akan Tuhan di dalam kenyataan? Kornelius bukan umat Tuhan secara status.
Baca SelengkapnyaB.B. Warfield, seorang theolog dari Amerika, mendefinisikan inerrancy sebagai “kebenaran absolut secara menyeluruh dari Alkitab yang diberikan Allah”, namun Warfield lebih sering menggunakan istilah
Baca Selengkapnya“Healing” sudah menjadi kebutuhan bagi banyak orang yang hidup pada zaman ini. Bukan hanya untuk orang yang sakit secara fisik, tetapi orang yang sehat jasmani pun memerlukan “healing”, karena istilah
Baca SelengkapnyaKeselamatan bukan hanya urusan masuk surga dan hidup moral yang baik saja. Orang Kristen yang sudah lahir baru dan mengalami pertobatan sejati haruslah hidup bagi Tuhan. Hidup bagi Tuhan berarti
Baca SelengkapnyaKetika panggilan Tuhan datang, sering kali kita meragukannya dan bertanya “masak sih Tuhan?” “Apakah ini benar suara Tuhan?” “Haruskan sesusah itu mengikut Tuhan?” “Kayaknya Tuhan lagi becanda deh.”
Baca SelengkapnyaTahukah kalian di antara 27 kitab Perjanjian Baru, ada 13 kitab yang ditulis oleh seorang rasul bernama Paulus. Bahkan pengertian kita tentang keselamatan dan gereja banyak berhutang kepada pengajaran
Baca Selengkapnya