Hari ini dan enam hari ke depan kita tiba pada kumpulan perumpamaan Tuhan Yesus. Matius mengatakan bahwa Yesus memberikan perumpamaan-Nya sebagai pengajaran yang sangat limpah bagi mereka yang diberikan anugerah memahami artinya (ay. 11-12). Perumpamaan Yesus berbicara tentang hal sehari-hari yang diketahui orang Yahudi pada zaman itu. Setiap orang yang mendengar tahu apa yang Yesus sedang bicarakan. Tetapi apa yang Dia bicarakan itu ternyata berkait dengan pengertian tentang Kerajaan Allah. Mereka yang melihat kelimpahan pengajaran tentang Kerajaan Allah di dalam contoh sehari-hari inilah orang-orang yang berbahagia karena diberikan kelimpahan. Bacaan hari ini mencatat perumpamaan tentang penabur yang menaburkan benih. Benih yang ditabur biasanya diletakkan di dalam sebuah kantong, dan si penabur akan mengambil segenggam sambil berjalan melintasi ladangnya, dan melemparkannya begitu saja ke sisi kiri dan sisi kanannya. Benih yang dilempar itu bisa jatuh ke tempat yang subur, atau jatuh ke tempat yang ditumbuhi oleh lalang, atau jatuh ke tanah berbatu, atau mungkin dilempar terlalu jauh sehingga mendarat di pinggir jalan. Inilah yang Tuhan Yesus pakai untuk menggambarkan orang-orang yang akan berbagian di dalam Kerajaan Allah, yaitu mereka yang mendengar firman dan berbuah bagi Tuhan.
Baca SelengkapnyaWaktu adalah hal yang sangat penting bagi ciptaan, khususnya kita sebagai manusia. Kita sering kali sulit mendefinisikan apa itu waktu, tetapi secara intuitif kita kurang lebih mampu menangkap konsep
Baca SelengkapnyaKita sering diam-diam mengakui bahwa kita akan bahagia jika kita memperoleh semua yang kita inginkan, dan menjadi sedih ketika tidak memperoleh apa yang kita inginkan. Namun, kehidupan seperti itu
Baca SelengkapnyaWaduh, ternyata diskonnya ada ketentuannya! Tulisan diskonnya sih gede-gede bikin orang kalap, pas bayar baru tahu ada “syarat dan ketentuan berlaku”. Mungkin kita pernah atau bahkan sering mengalami
Baca SelengkapnyaJanji Tuhan melampaui hidup manusia yang terbatas, itulah iman Daud di dalam lagu terakhirnya (2Sam. 23:1-7). Daud tidak takut mati karena dia tahu Tuhan menyertainya di lembah kekelaman. Daud tenang
Baca SelengkapnyaRumah adalah tempat teraman dan ternyaman bagi seseorang, tetapi pada zaman sekarang dengan kondisi tertentu, seseorang bisa juga melarikan diri dari rumah. Yakub melarikan diri dari rumah karena
Baca Selengkapnya