Matius 18:10 mengatakan bahwa kita tidak boleh menganggap rendah satu pun dari anak-anak yang Tuhan berikan belas kasihan. Kata menganggap rendah berarti “tidak menerima” atau “menolak”. Dengan demikian, Tuhan Yesus sedang memerintahkan murid-murid-Nya untuk menerima dengan sepenuh hati orang-orang yang Tuhan berikan belas kasihan. Tuhan ingin orang-orang ini diterima dengan sepenuhnya di dalam komunitas Kristen. Jangan lihat betapa rusaknya hidup seseorang, tetapi lihat bagaimana kuasa Allah memperbaiki kerusakan hidup itu. Tuhan menerima pendosa yang paling besar sekalipun. Dia menyerahkan nyawa-Nya untuk para pendosa yang rusak hidupnya. Tuhan Yesus menjadi pelayan bagi orang-orang berdosa agar mereka dapat bertobat dan dipulihkan hidupnya. Tetapi menerima setiap orang tidak berarti menerima semua kerusakan dan dosanya. Orang berdosa harus diterima dan dipertobatkan. Kesalahan orang harus dinyatakan dan ditegur. Tetapi siapakah yang boleh menegur kesalahan seseorang? Apakah motivasi di balik menegur seseorang?
Baca SelengkapnyaPada zaman sekarang, perempuan yang hendak melahirkan anak dapat memilih secara caesar (less pain). Tetapi pada zaman dahulu, tidak ada pilihan selain secara normal dengan kesakitan yang cukup besar.
Baca SelengkapnyaIdenya brilian dan terbukti berhasil, tetapi kenapa bos marah? Orang yang berada di atas perahu yang sama, dapat melihat sesuatu yang sama dengan cara yang berbeda. Akhirnya dari perbuatan yang
Baca SelengkapnyaWaktu adalah hal yang sangat penting bagi ciptaan, khususnya kita sebagai manusia. Kita sering kali sulit mendefinisikan apa itu waktu, tetapi secara intuitif kita kurang lebih mampu menangkap konsep
Baca SelengkapnyaKita sering diam-diam mengakui bahwa kita akan bahagia jika kita memperoleh semua yang kita inginkan, dan menjadi sedih ketika tidak memperoleh apa yang kita inginkan. Namun, kehidupan seperti itu
Baca SelengkapnyaWaduh, ternyata diskonnya ada ketentuannya! Tulisan diskonnya sih gede-gede bikin orang kalap, pas bayar baru tahu ada “syarat dan ketentuan berlaku”. Mungkin kita pernah atau bahkan sering mengalami
Baca Selengkapnya