Di dalam ayat 24 dikatakan bahwa ada seorang pemberita Injil Kristus dari Aleksandria. Aleksandria adalah kota besar di Mesir dan merupakan kota terbesar kedua di dunia setelah Roma pada waktu itu. Lukas secara tidak langsung sedang mengatakan bahwa di Aleksandria telah ada jemaat Tuhan. Baik di Aleksandria maupun di Roma, dua kota terbesar pada waktu itu, telah berkembang gereja Tuhan tanpa ada yang tahu siapa yang memulainya. Tuhan bekerja secara ajaib sehingga di dua kota ini bisa ada jemaat-Nya yang bertumbuh dan terpelihara. Dua kota terbesar tidak dijangkau oleh para rasul. Dua kota terbesar mendapatkan pengaruh Kristen dengan cara yang bahkan tidak dicatat di dalam Kitab Kisah Rasul ini. Seolah-olah Roh Kudus bekerja dengan diam-diam dan tiba-tiba karya-Nya telah menjadi nyata hasilnya tanpa diketahui siapa pun. Baik kekristenan di Aleksandria maupun kekristenan di Roma adalah bukti bahwa yang menyebarkan gereja Tuhan bukanlah orang-orang penting di Yerusalem atau bahkan di Antiokhia.
Baca SelengkapnyaDunia ini membawa kita hidup makin hari makin individualis atau egois. Berbagai macam pesan yang didengungkan oleh dunia ini mengarahkan kita untuk mencari identitas atau bijaksana di dalam diri kita.
Baca SelengkapnyaB.B. Warfield, seorang theolog dari Amerika, mendefinisikan inerrancy sebagai “kebenaran absolut secara menyeluruh dari Alkitab yang diberikan Allah”, namun Warfield lebih sering menggunakan istilah
Baca Selengkapnya“Healing” sudah menjadi kebutuhan bagi banyak orang yang hidup pada zaman ini. Bukan hanya untuk orang yang sakit secara fisik, tetapi orang yang sehat jasmani pun memerlukan “healing”, karena istilah
Baca SelengkapnyaKeselamatan bukan hanya urusan masuk surga dan hidup moral yang baik saja. Orang Kristen yang sudah lahir baru dan mengalami pertobatan sejati haruslah hidup bagi Tuhan. Hidup bagi Tuhan berarti
Baca SelengkapnyaKetika panggilan Tuhan datang, sering kali kita meragukannya dan bertanya “masak sih Tuhan?” “Apakah ini benar suara Tuhan?” “Haruskan sesusah itu mengikut Tuhan?” “Kayaknya Tuhan lagi becanda deh.”
Baca Selengkapnya