Kita tiba dalam bagian terakhir dari ucapan bahagia di dalam Matius 5 ini. Ayat 9 mengatakan berbahagialah orang yang membawa damai. Siapakah pembawa damai ini? Yang pertama adalah orang-orang yang secara aktif berinisiatif berdamai dengan musuh-musuhnya. Inilah tahap pertama yang harus ada pada diri orang-orang yang membawa damai. Bagaimana mungkin dia menjadi pembawa damai kalau dirinya sendiri belum berdamai dengan orang-orang yang menjadi musuhnya? Dia dengan aktif memperbaiki relasi dengan orang-orang di sekelilingnya. Tetapi pembawa damai juga harus mampu memperdamaikan pihak lain yang sedang berkonflik. Dia bukan hanya berdamai dengan musuhnya saja, tetapi juga mempunyai sifat mau mendamaikan orang yang sedang berkonflik dengan menjadikan dirinya mediator. Apakah cukup sampai di sini? Ternyata tidak. Nuansa yang dimaksudkan oleh Tuhan Yesus di sini berkait dengan apa yang tertulis di dalam Yesaya 52:7. Betapa bahagianya orang-orang yang membawa kabar baik bahwa Allah telah mendamaikan diri-Nya dengan umat-Nya. Di seluruh alam semesta ini hanya Allah sajalah yang tidak perlu berinisiatif memperbaiki relasi yang rusak. Mengapa tidak? Karena Dialah sumber segala sesuatu.
Baca SelengkapnyaJanji Tuhan melampaui hidup manusia yang terbatas, itulah iman Daud di dalam lagu terakhirnya (2Sam. 23:1-7). Daud tidak takut mati karena dia tahu Tuhan menyertainya di lembah kekelaman. Daud tenang
Baca SelengkapnyaRumah adalah tempat teraman dan ternyaman bagi seseorang, tetapi pada zaman sekarang dengan kondisi tertentu, seseorang bisa juga melarikan diri dari rumah. Yakub melarikan diri dari rumah karena
Baca SelengkapnyaSeorang gadis tanpa sengaja menjatuhkan piring saat bekerja lalu menangis. Begitu mendengar suara piring pecah di dapur restoran, sang pemilik bergegas menghampiri gadis itu dan berkata dengan penuh
Baca SelengkapnyaSeseorang mengirim foto makanan melalui WA kepada temannya dan mendapat respons: “Piringnya bagus sekali, beli di mana?” Seseorang bisa melihat kotoran yang jauh tetapi tidak bisa melihat kotoran di
Baca SelengkapnyaKetika Daud dinobatkan menjadi raja atas seluruh Israel, ia berkeinginan untuk memindahkan tabut Allah kembali ke Yerusalem. Tabut Allah kemudian dibawanya dari Kiryat-Yearim dengan cara menaikkannya
Baca Selengkapnya