“Karena itu pergilah, jadikan semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,”. Kalimat tersebut sangatlah familiar untuk orang Kristen.
Saya masih ingat buku Kristen yang pertama kali saya baca. Buku tersebut mengubah cara pandang saya tentang iman dan kehidupan seorang Kristen.
Hidup tidak pernah menunggu manusia. Dia akan selalu berjalan di depan, dan siap atau tidak siap, manusia harus selalu mengikutinya sehingga life must go on
Sebagai ciptaan, kita dibatasi oleh ruang dan waktu. Tetapi karena kita diciptakan memiliki sifat kekekalan, maka dalam hidup kita, kita sering ingin melampaui waktu yang sementara ini.
Zaman dimana kita hidup sekarang adalah zaman yang serba digital. Hampir segala sesuatu dibuat menjadi digital dan online. Lapar? Bisa langsung pesan makanan melalui aplikasi online
Ketika menghadapi seorang pembunuh berantai dalam episode “Study in Pink”, Sherlock Holmes menganalisis motif di balik pembunuhan yang terjadi.
Hidup kita tidak akan pernah bebas dari kesulitan. Orang yang paling kasihan adalah orang yang tidak pernah sulit, hidup jadi tidak tertempa.
Kematian adalah kata yang tidak kita sukai. Kita ingin kata itu menjauh dari kita karena kita tidak ingin kematian itu terjadi dalam hidup kita.
Jamais vu (/ˈʒæmeɪ ˈvuː/; pelafalan Perancis: [ʒa.mɛ.vy]) berasal dari Bahasa Prancis, yang berarti “belum pernah melihat” adalah fenomena ketika subjek mengalami situasi yang ia kenali dalam..
“Tuhan, ampuni saya karena hari ini saya berbuat dosa X. Saya berjanji tidak akan mengu-langinya lagi.” Demikian isi doa kita pada hari Senin. Keesokan harinya kita kembali berdoa,