Pemulihan relasi antara Allah dengan kita dimulai oleh Allah sendiri. Ia mengorbankan Anak-Nya yang tunggal untuk menebus kita dari hukuman dosa. Semua ini semata-mata karena anugerah-Nya,
Ketika mendengar kata “penderitaan” kita pasti langsung menolak, “Tidak..tidak.. saya tidak ingin menderita!” Setiap orang tidak ingin menderita. Setiap orang cenderung ingin hidup bahagia.
Kita itu kecil. Bahkan kalau kita mencapai pencapaian besar semasa hidup kita di dunia, berapa lama sih itu akan diingat? 100 tahun? 200 tahun?
Alkitab mencatat ada seorang yang diuji imannya oleh Tuhan. Kitab Kejadian 22:1-19 menceritakan ketika Abraham diminta untuk mengambil anaknya yang tunggal yaitu Ishak,
Hidup adalah perjuangan. Seorang ibu harus berjuang melahirkan bayinya. Si bayi juga bukannya pasif dan tidak melakukan apa-apa. Bayi itu juga berjuang untuk dapat bernafas. menangis,
Ketika saya masih kecil, saya suka menonton acara di TV berjudul Asli atau Palsu. Di dalam acara tersebut dihadirkan seorang artis dan seorang lain yang penampilannya mirip seperti artis tersebut,
Ketika kita mendengar kalimat “bekerja di ladang Allah”, apa yang biasanya muncul di pikiran kita? Apakah mengabarkan Injil, pelayanan di gereja, diakonia, atau apologetika? Tentunya semua itu benar.
Kita semua pasti tidak asing dengan kata “menderita”. Kita pasti tidak suka bila kata tersebut menghampiri hidup kita. Namun sayangnya kata tersebut sepertinya terus mengejar kita bukan?
Pada masa kecil kita, mungkin kita diajarkan bagaimana mempraktikkan budaya dan norma yang baik. Sopan, rendah hati, rajin, suka memberi, silakan sebutkan! nilai
Amsal 1:7 mengatakan: “Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.” Ayat ini mengajarkan kita bahwa supaya orang bisa memiliki pengetahuan,