Kitab Hagai menceritakan kisah bangsa Israel ketika mereka kembali dari pembuangan. Pada saat itu mereka diberikan mandat oleh Tuhan untuk membangun kembali Bait Allah yang sudah hancur.
Sering kali, kita perlakukan doa bagaikan sebuah tombol “go”, hanya dibutuhkan untuk memulai sesuatu, namun akan ditinggalkan setelahnya. Apalagi ketika kita ingin makan.
Apakah ada suatu hal yang sedang engkau tunggu dalam hidup ini? Menunggu pimpinan Tuhan atas panggilan hidup? Menunggu Tuhan mempertemukan kita dengan pasangan hidup?
Dalam sebuah buku yang berjudul “Quo Vadis” karya Henryk Adam Aleksander Pius Sienkiewicz, diceritakan bagaimana para bangsawan Romawi di bawah pemerintahan Nero hidup dengan mewah dan nyaman saat itu
“Karena itu pergilah, jadikan semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,”. Kalimat tersebut sangatlah familiar untuk orang Kristen.
Saya masih ingat buku Kristen yang pertama kali saya baca. Buku tersebut mengubah cara pandang saya tentang iman dan kehidupan seorang Kristen.
Hidup tidak pernah menunggu manusia. Dia akan selalu berjalan di depan, dan siap atau tidak siap, manusia harus selalu mengikutinya sehingga life must go on
Sebagai ciptaan, kita dibatasi oleh ruang dan waktu. Tetapi karena kita diciptakan memiliki sifat kekekalan, maka dalam hidup kita, kita sering ingin melampaui waktu yang sementara ini.
Zaman dimana kita hidup sekarang adalah zaman yang serba digital. Hampir segala sesuatu dibuat menjadi digital dan online. Lapar? Bisa langsung pesan makanan melalui aplikasi online
Ketika menghadapi seorang pembunuh berantai dalam episode “Study in Pink”, Sherlock Holmes menganalisis motif di balik pembunuhan yang terjadi.