Kata yang paling sering keluar dan paling kita takuti saat-saat ini adalah corona dan mati. Seolah dua kata tersebut tidak terpisahkan satu sama lain. Ketika membicarakan corona,
“Jangan membunuh!” Setiap orang Kristen pasti paham kalimat tersebut. Kita bahkan tidak ragu meneriakkan “Amin” terhadap perintah tersebut. Wajar saja, mayoritas manusia normal pasti tidak pernah
Banyak remaja dan pemuda berpikir bahwa kematian masih jauh dari dirinya. Kita pikir kita dapat mengendalikan kapan kita mati—mungkin kelak ketika sudah umur 80 dan di ranjang rumah sakit.
Hari-hari terakhir ini mal, tempat wisata, tempat kumpul-kumpul orang banyak mendadak menjadi sepi. Orang beramai-ramai menyelamatkan diri dari serangan Virus Corona.
Sejak Covid-19 dinyatakan sebagai pandemic, seluruh gereja, setuju atau tidak setuju, dipaksa untuk mengadakan ibadah secara online. Baik ibadah minggu, berbagai pembinaan, dan persekutuan doa,
ProRege - Doa #4 Sebuah doa dari Robert Hawker berjudul "Bapa, Engkau Rancang Segalanya".
Dalam sebuah perang, pasti ada yang menang dan yang kalah. Perang tidak akan berhenti sebelum musuh dikalahkan. Perang Dunia I tidak akan berhenti sebelum Pasukan Sekutu menaklukkan aliansi Jerman,
ProRege - Doa #2 Sebuah doa dari Robert Hawker berjudul "Gembala dari Ciptaan Baru".
ProRege - Doa #1 Sebuah Doa dari Yohanes Calvin. Mari kita satukan hati mendoakan dunia di tengah pandemi ini, sehingga dapat tetap berfokus kepada Allah yang Mahabaik.