Keselamatan bukan hanya urusan masuk surga dan hidup moral yang baik saja. Orang Kristen yang sudah lahir baru dan mengalami pertobatan sejati haruslah hidup bagi Tuhan. Hidup bagi Tuhan berarti memberikan seluruh yang dimilikinya bagi Tuhan dan itu berarti hidup harus dijalani untuk memenuhi panggilan Tuhan. Hal ini kita lakukan karena Tuhan sudah menebus hidup kita dan menjadi pemilik atas hidup kita, tidak ada satu pun dalam hidup ini yang menjadi hak kita. Seluruh aspek hidup kita, meliputi yang materi dan non-materi dalam diri kita, seluruhnya harus kita persembahkan bagi Tuhan untuk menjalankan kehendak-Nya dengan rela hati.
Di dalam menjalankan kehendak-Nya, Tuhan memberikan panggilan bagi setiap kita untuk menggenapkan kehendak-Nya tersebut. Panggilan yang Tuhan berikan ini bersifat komunal dan individual. Secara komunal, berarti kehendak-Nya ini diberikan untuk dikerjakan secara bersama-sama sebagai umat Tuhan. Sedangkan secara individual berarti kita yang adalah bagian dari tubuh Kristus, setiap orang memiliki panggilan yang unik. Tetapi panggilan individu ini tidak terlepas dari panggilan komunal. Sehingga Tuhan memberikan panggilan-Nya kepada setiap kita dalam konteks komunitas di mana kita dipanggil. Alkitab menjelaskan kaitan ini dengan analogi tubuh. Di dalam satu tubuh terdiri dari berbagai anggota tubuh yang unik dan memiliki peranannya masing-masing. Namun, keunikan ini tidak menjadikan setiap anggota tubuh berdiri secara independen, semuanya saling terkait dan harus bekerja sama untuk menjalankan fungsinya sebagai satu tubuh Kristus.
Tuhan memberikan panggilan-Nya tidak dengan sembarangan. Ia yang memanggil umat-Nya, Ia pula yang memperlengkapi dengan kompetensi untuk memenuhi panggilan tersebut. Tuhan memperlengkapi kita melalui pendengaran akan firman Tuhan, relasi dengan sesama orang percaya, dan melalui setiap konteks hidup yang kita jalani. Setiap hal yang kita jalani dalam hidup adalah pembentukan bagi kita untuk menjalankan panggilan Tuhan. Sadar ataupun tidak, Tuhan sedang menuntun kita menuju penggenapan rencana-Nya. Karena itulah kita bisa memiliki kompetensi untuk menjalankan panggilan Tuhan.
Tuhan sudah memperlengkapi kita dengan kompetensi untuk menjalankan panggilan-Nya. Sehingga tidak ada alasan untuk kita menolak panggilan Tuhan. Alasan yang menyatakan ketidakmampuan kita dalam menjalankan panggilan Tuhan adalah alasan yang tidak valid. Kesadaran akan kebaikan Tuhan yang memperlengkapi kita haruslah ada dalam diri kita. Ia adalah Tuhan yang baik dan tidak memberikan tugas yang tidak mampu dikerjakan oleh umat-Nya. Ia juga tidak kurang bijaksana sehingga memberikan tugas kepada orang yang tidak berkompeten. Kita bukan tidak memiliki kompetensi, melainkan kita tidak memiliki kerelaan untuk mengerjakannya. Selain itu, kita pun tidak memiliki kepekaan akan pembentukan yang Tuhan berikan dalam kehidupan kita. Di sisi lain, kita tidak mau memberikan seluruh hidup kita untuk menyelam dalam pembentukan Tuhan dan berjuang mempersiapkan diri untuk menerima panggilan-Nya. Kita terus merasa berhak atas hidup kita dan ingin mengaturnya sedemikian rupa. Inilah kunci kegagalan kita dalam merespons panggilan Tuhan.
Oleh karena itu kita seharusnya mempergunakan hidup kita untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk berespons terhadap panggilan Tuhan. Setiap kesempatan yang Tuhan berikan harus digunakan untuk mengembangkan kompetensi yang Tuhan berikan. Selain itu, hati yang taat dan rela mengikut Tuhan itulah yang harus kita miliki. Ketika Tuhan memanggil, hati yang rela akan menjawab “ya” dan kompetensi yang sudah diberikan akan mendukung penggenapan panggilan tersebut. (RP)

