Dunia Tipu-tipu

Devotion

Dunia Tipu-tipu

24 November 2025

Dunia ini penuh dengan tipuan, dan tentu saja tidak ada orang yang suka ditipu. Kita tidak suka apabila pacar kita mengatakan dia cinta kita, padahal dia sudah punya yang lain di belakang kita. Ketika kita belajar di sekolah, kita juga berharap diajarkan yang benar oleh guru kita. Kita tidak mau duduk di bangku sekolah atau perkuliahan selama bertahun-tahun tetapi dibohongi oleh guru kita dengan informasi yang salah. Begitu juga di dalam gereja, kita tidak berharap pendeta kita menipu kita dengan kata-kata yang manis yang tidak sesuai dengan firman Tuhan. Akan tetapi justru hal ini sering terjadi di dalam gereja. Kita mengatakan tidak suka ditipu, tetapi kita sering kali menipu diri kita sendiri.

Kita sering menipu diri kita seperti yang dikatakan oleh nabi-nabi palsu: Damai sejahtera! Damai sejahtera! Padahal tidak ada damai sejahtera (Yer. 6:14; 8:11). Ketika kita berdosa, kita mengatakan kepada diri kita: Tidak apa-apa, karena toh manusia tidak mungkin sempurna di dunia ini! Ketika pendeta kita menegur dosa kita dengan firman Tuhan, kita langsung membelokkan firman Tuhan dan membenarkan diri. Ketika kita membaca Alkitab berbeda dengan penemuan ilmuwan, kita langsung meragukan firman Tuhan dan membenarkan pernyataan ilmuwan, tanpa mempertanyakan penemuan mereka. Kita sering tidak sadar hidup kita penuh dengan tipuan dan celakanya, kita memilih untuk mempercayainya. Jadi di dunia tipu-tipu ini, bagaimana kita bisa menghindari tipuan-tipuan tersebut?

Pertama, kita harus kenali musuh kita, yaitu iblis. Kita harus sadar iblis adalah bapa dari segala dusta dan ia senantiasa menipu manusia (Yoh. 8:44). Maka yang dilakukan iblis adalah terus membuat anak-anak Tuhan berbalik dari firman Tuhan. Ketika firman Tuhan mengatakan A, maka iblis akan membalikkan faktanya. Sama seperti yang terjadi di Taman Eden, iblis membalikkan perintah Allah mengenai pohon pengetahuan, maka sampai hari ini pun iblis masih terus membalikkan kebenaran. Kedua, kita harus sadar sepenuhnya Allah adalah Sang Kebenaran. Dengan kata lain, kita tidak boleh memposisikan Allah sebagai pendusta (1Yoh. 1:10; 5:10). Jikalau kita ingin mencari kebenaran, maka kita harus mencarinya di dalam Tuhan.

Allah tidak pernah bertujuan menciptakan dunia ini menjadi dunia tipu-tipu. Akan tetapi iblis memalsukan kebenaran yang ada di dunia ini, sehingga muncul banyak tipuan. Maka sebagai orang Kristen, kita harus secara sadar untuk tidak terlalu cepat percaya kepada hal-hal yang tidak sesuai firman Tuhan, bahkan pemikiran diri sekalipun. Kita harus senantiasa setia kepada apa yang dikatakan oleh Allah karena Allah adalah satu-satunya Sumber Kebenaran. Sudahkah kita percaya sepenuhnya kepada Allah dan kebenaran-Nya? (SW)