Bosan dengan isi firman yang itu-itu saja? Cerita Daud melawan Goliat, Daniel di gua singa, Tuhan Yesus mati dan bangkit tidak pernah berubah sejak zaman kita sekolah minggu.
Zaman sekarang yang serba cepat, mudah, dan instan ini telah mengajarkan dan mendidik kita sangat banyak. Yang namanya proses menjadi sesuatu hal yang membosankan,
Pernahkah kita begitu menyesal karena harus terbangun dari mimpi? Ketika kita mau tidak mau harus kembali berangkat dari kasur, dan memasuki realitas yang tidak jarang mengecewakan.
Kapan ya masa liburan?Aduh, besok senin, malas sekali untuk bekerja kembali. Andaikan kalender bisa merah semua. I hate Monday! Ungkapan-ungkapan seperti ini yang umum dibicarakan di mana-mana.
Mengharapkan penerimaan yang salah memang melelahkan. Ia hanya mendatangkan duka dan luka yang tiada habisnya kepada jiwa. Kita bagaikan memberikan sesuatu kepada batu.
Banyak sekali anak dari keluarga Kristen yang diberi nama yang diambil dari Alkitab. Tetapi pasti tidak ada yang mau menamai anaknya dengan Yudas. Dalam kekristenan, Yudas Iskariot terkenal dengan
Seorang pria datang ke seorang dokter untuk mengobati rasa nyerinya. Bila dia bertemu dengan dokter yang buruk, maka ia hanya akan diberikan obat penghilang rasa nyeri tanpa mencari tahu penyebabnya.
Pencobaan akan terus ada di dalam perjalanan kehidupan kita selama Iblis masih mempunyai kuasa, serta selama keduniawian dan hawa nafsu masih merajalela. Karena itu, kita tidak diajar berdoa untuk
Semua murid Kristus dipanggil untuk menjadi makin serupa dengan Gurunya. Salah satunya adalah kita dipanggil menjadi serupa dengan Kristus di dalam pekerjaan-Nya yang sekarang sedang terus Ia lakukan
Ketika ada api, kita akan menarik tangan kita yang mau terkena api tersebut. Ketika ada paku, kita akan menarik kaki kita yang hampir tertusuk itu. Refleks yang demikian dinamakan withdrawal reflex